Selasa, 28 September 2010

Cara Ampuh Menghilangkan Kebiasaan Onani & Masturbasi

Part 1
Cara Ampuh Menghilangkan Kebiasaan Onani & Masturbasi


Tips menghilangkan kebiasaan onani.
Menghilangkan kebiasaan onani memang cukup sulit. Tapi kebiasaan onani itu harus dihilangkan karena tidak ada gunanya sama sekali.

Artikel mengenai menghentikan kebiasaan onani ini perlu saya tulis karena banyak pengunjung yang masuk ke blog ini dengan kata kunci “Menghilangkan kebiasaan onani, menghentikan onani, dan menghilangkan keinginan onani“.

Karena itulah dengan di publikasikannya artikel menghilangkan kebiasaan onani ini mereka bisa mendapatkan artikel yang dicari.

Oke, kita langsung saja, inilah cara ampuh menghilangkan kebiasaan onani & masturbari adalah sebagai berikut :

1. Memiliki tekad yang kuat untuk berhenti

Sama seperti cara menghilangkan kebiasaan buruk yang lain, hal pertama yang harus dilakukan adalah memiliki tekad dan niat yang kuat untuk merubah kebiasaan buruk tersebut. Pengunjung yang masuk ke blog ini dengan kata kunci menghilangkan kebiasaan onani atau menghentikan kebiasaan onani saya anggap sudah memiliki tekad yang kuat untuk berubah. Hmmh, secara sampe nyari artikel di guugel segala.

2. Pelajari waktu, tempat dan situasi yang merangsang kamu untuk melakukan onani

Biasanya, waktu waktu yang paling rawan untuk melakukan onani adalah bangun tidur dan saat mau tidur. Sewaktu bangun tidur, semuanya terasa tegang dan sensitif. Termasuk si “Joni”. Yang kemudian akan merangsang dan mendorong kita untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut. Sewaktu hendak tidur, biasanya pikiran kita melayang-layang entah kemana. Sampai akhirnya tuh si pikiran nyangkut di tubuh mulus Aura Kasih, atau dada seksi Julia Perez. Kalau udah gitu, kacau deh..!

Situasi yang membuat kita terdorong untuk melakukan onani adalah setelah melihat atau membaca sesuatu yang berbau porno, seks, dll.

Tempat-tempat favorit yang dijadikan lokasi untuk melakukan onani adalah kamar mandi dan kamar tidur.

Waspadai ketiga hal diatas..!

3. Hindari sesuatu yang berbau porno

Inilah yang menyebabkan keinginan untuk melakukan onani. Sesuatu yang forno, fulgar dan berbau seks. Hindari semua tontonan dan bacaan yang mengarah pada hal tersebut.

4. Alihkan dengan melakukan kegiatan lain

Menyendiri di dalam kamar terlalu lama dan melamun adalah sebuah kondisi yang rawan bagi yang punya kebiasaan melakukan onani. Carilah kegiatan -kegiatan lain yang lebih bermanfaat daripada hanya menyendiri di dalam kamar.

5. Melakukan olah raga

Ini memang dilematis, di satu sisi olah raga akan membuat badan kita sehat dan prima, penuh vitalitas, serta libido tinggi. Tapi, olah raga cukup efektif untuk menghentikan kebiasaan onani karena tenaga kita sudah tersaurkan dengan berolah raga.

6. Jangan suka menyendiri

Hindari terlalu lama di tempat rawan (kamar tidur dan kamar mandi). Segeralah keluar dari tempat tersebut ketika ada hasrat atau keinginan untuk melakukan onani.

7. Perbanyak berpuasa

Berpuasa artinya menahan diri. Termasuk menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal buruk seperti onani. Sebab, onani akan membatalkan puasa. Dengan berpuasa, berarti kita telah melatih diri untuk menghilangkan kebiasaan onani secara tidak langsung.

8. Buang gambar dan bacaan porno

Singkirkan gambar-ganbar dan bacaan bacaan yang bersifat fulgar dari kamar kamu. Singkirkan foto telanjang, video porno dan sejenisnya dari handphone. Persulit akses kamu menuju hal-hal tersebut.

9. Ganti gambar dengan yang lebih religius

Setelah kamu membuang gambar-gambar telanjang dan artis seksi dari dinding kamar kamu, langkah selanjutnya adalah mengganti gambar gambar tersebut dengan gambar-gambar yang sifatnya lebih religius. Misalkan dengan menempelkan kaligarafi, gambar mesjid, Bacaan bacaan Al Qur,an (atau sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing) intinya yang bersifat suci dan religius. Cara ini sangat efektif. Kamu akan merasa malu dan segan untuk melakukan onani kalau kamu melihat gambar-gambar tersebut. Percaya dehh..!

10. Mempertebal keimanan

Perbanyaklah menimba ilmu keagamaan untuk membersihkan hati dan pikiran kamu dari hal-hal negatif. Yang akan merusak moral dan akhlak. Perbanyaklah melakukan ibadah dan berbuat kebajikan.


Saya juga memberikan beberapa tips rahasia yang mungkin anda juga belum pernah tahu sebelumnya, dan pastinya anda bisa membacanya dan sekaligus bisa mencobanya sendiri.. OK!!! Semoga informasi terbaru ini bermanfaat…

Selamat berjuang menghilangkan kebiasaan onani. Semoga berhasil..!

Part 2
Menghilangkan Kebiasaan Masturbasi


ADA beberapa istilah masturbasi, antara lain onani atau rancap, yang berarti melakukan suatu rangsangan organ seks sendiri dengan cara menggesek-gesekkan tangan atau benda lain hingga mengeluarkan sperma dan mencapai orgasme. Dalam ajaran Islam, masturbasi dikenal dengan nama ; al-istimna’, al-istima’bilkaff, nikah al-yad, al-I’timar, atau ‘adtus sirriyah. Sedangkan masturbasi yang dilakukan oleh wanita disebut al-ilthaf.
Para ilmuwan dan psikolog modern mengatakan, masturbasi tidak merusak kesehatan, jika tidak dilakukan secara berlebihan. Meskipun demikian pada dasarnya masturbasi bukan usaha normal untuk memenuhi nafsu syahwat. Bahkan jika menjadi suatu kebiasaan, akan banyak mendatangkan bahaya dan kerugian bagi pelakunya.

Tujuan utama masturbasi adalah mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual dengan jalan tidak bersenggama. Akan tetapi masturbasi tidak dapat memberikan kepuasan yang sebenarnya. Berbeda dengan bersenggama yang dilakukan oleh dua orang yang berlawanan jenis. Mereka mengalami kesenangan, kebahagiaan, keasyikan bersama dan penyerahan menyeluruh. Suami dan isteri saling melihat, menyentuh dan mencium disertai masuknya organ pria kepada wanita yang mengantarkan mereka kepada kegairahan puncak dan kepuasan.

Pada senggama, rangsangan tidak begitu perlu dibangkitkan secara tiruan, karena hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan merupakan suatu kenyataan yang benar. Dalam masturbasi satu-satunya sumber rangsangan adalah khayalan diri sendiri. Itulah yang menciptakan suatu gambaran erotis dalam pikiran. Masturbasi merupakan rangsangan yang sifatnya lokal pada anggota kelamin. Akibatnya masturbasi tidak bekerja sebagai suatu kebajikan. Hubungan seks yang normal dapat menimbulkan rasa bahagia dan gembira, sedangkan masturbasi malah menciptakan depresi emosional dan psikologis. Oleh karena itu memuaskan diri dengan masturbasi bertentangan dengan kehidupan seksual yang normal.

Menurut penelitian, mereka yang biasanya melakukan masturbasi berumur antara tiga belas hingga dua puluh tahun. Pada umumnya yang melakukan masturbasi adalah mereka yang belum kawin, menjanda, menduda atau orang-orang yang kesepian atau dalam pengasingan.

Anak laki-laki lebih banyak melakukan masturbasi daripada anak perempuan. Penyebabnya antara lain, pertama, nafsu seksual anak perempuan tidak datang melonjak dan eksplosit. Kedua, perhatian anak perempuan tidak tertuju kepada masalah senggama karena mimpi seksual dan mengeluarkan sperma (ihtilam) lebih banyak dialami laki-laki. Mimpi erotis yang menyebabkan orgasme pada perempuan terjadi jika perasaan itu telah dialaminya dalam keadaan terjaga.

Mencegah kebiasaan masturbasi1. Biasanya anak remaja melakukan masturbasi jika punya kesempatan melakukannya. Kesempatan itulah sebenarnya yang jadi persoalan utama. Agar tidak bermasturbasi, hendaklah dia (anak) jangan diberi kesempatan untuk melakukannya. Kalau bisa, hilangkan kesempatan itu. Masturbasi biasanya dilakukan di tempat-tempat yang sunyi, sepi dan menyendiri. Maka, jangan biarkan anak untuk mendapatkan kesempatan menyepi sendiri. Usahakan agar dia tidak seorang diri dan tidak kesepian. Beri dia kesibukan dan pekerjaan menarik yang menyita seluruh perhatiannya, sehingga ia tidak teringat untuk pergi ke tempat sunyi dan melakukan masturbasi.

2. Ciptakan suasana rumah tangga yang dapat mengangkat harga diri anak, hingga ia dapat merasakan harga dirinya. Hindarkan anak dari melihat, mendengar dan membaca buku-buku dan gambar-gambar porno. Suruhlah anak-anak berolah raga, khususnya olah raga bela diri, yang akan menyalurkan kelebihan energi tubuhnya. Atau suruhlah mereka aktif dalam organisasi kepemudaan yang berlandaskan ajaran agama. Jauhkan mereka dari makanan yang dapat merangsang nafsu birahi, seperti satai daging kambing atau daging domba.

3. Bagi Anda yang telah dewasa dan ingin menghentikan/menghindar dari kebiasaan masturbasi, maka berkumpulah lebih sering dengan orang lain. Apabila pada siang hari Anda merasakan dorongan untuk melakukan masturbasi, hendaklah segera bangkit dari ranjang atau kursi Anda. Bergabunglah dengan orang lain, lalu bercakap-cakaplah dengan mereka. Apabila dorongan itu muncul pada waktu-waktu akan tidur, tulislah sesuatu atau bacalah buku. Lakukan sesuatu untuk mengalihkan pikiran kepada hal-hal lain.

Yang lebih penting dari itu adalah memperkuat daya kemauan. Usaha itu hanya mungkin terwujud apabila seseorang secara jujur dan tulus hendak melepaskan diri dari kebiasaan buruk itu. Berdoalah kepada Tuhan untuk menolong Anda mengatasi kebiasaan ini, pusatkan perhatian pada ajaran agama. Selain itu berjuanglah untuk menumbuhkan semangat ketakwaan, di antaranya dengan memperbanyak puasa – seperti anjuran Rasulullah saw kepada pemuda yang belum mampu kawin. Puasa dapat mendidik kita beribadah, menumbuhkan kesabaran dan menguatkan kecekatan kita dalam bertakwa dan meningkatkan keyakinan akan bantuan Allah kepada setiap jiwa orang Mukmin. Seperti sabda Rasulullah yang artinya; “Wahai para pemuda, barang siapa di antara kamu sudah mempunyai kemampuan (untuk kawin), maka kawinlah, sebab itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Akan tetapi, barang siapa belum mampu (untuk kawin), maka hendaklah ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung.”(HR Bukhari).

K.H. Ahmad Azhar Basir, M.A. setelah mengkaji pandangan dari para ahli fikih, berpendapat, masturbasi pada dasarnya bukan usaha yang normal untuk memenuhi nafsu syahwat. Bahkan jika menjadi kebiasaan, akan banyak mendatangkan kerugian bagi pelakunya. Karena itu, pada dasarnya hukum masturbasi adalah makruh. Jika masturbasi nyata-nyata mengakibatkan kecenderungan timbulnya kerusakan bagi yang bersangkutan, maka hukumnya haram. Nabi Muhammad saw. melarang orang melakukan perbuatan yang merugikan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Sedangkan, masturbasi yang dilakukan untuk menghindari perbuatan zina, hukumnya mubah. (Rudi Setiadi-berbagai sumber)***

Part 3 (untuk orang kristen)

Menghilangkan Kebiasaan Masturbasi

Suatu kebiasaan ialah sesuatu yang dilakukan berulang-ulang tanpa mempertanyakan ataupun meragukannya. Untuk menghilangkan kebiasaan melakukan masturbasi, seseorang harus membuat usaha terencana untuk menolaknya atau memutuskan kebiasaan yang mendorong dan bersifat spontan tersebut.

PERTAMA, Anda harus mempunyai kemauan untuk mengubahnya. Niat yang tulus untuk mengubah kebiasaan berdosa ini harus diucapkan kepada Allah dalam doa. Katakanlah kepada Allah bahwa Anda benar-benar ingin menghentikan kebiasaan ini, bahwa Anda merasa tidak mampu mengendalikannya, dan bahwa Anda tidak sanggup menghilangkan kebiasaan ini tanpa pertolongan-Nya. Mintalah pertolongan-Nya, dengan penuh keyakinan dan kepercayaan. Katakanlah kepada-Nya bahwa Anda mengharapkan-Nya untuk memberi kekuatan dan disiplin diri yang Anda perlukan. Mungkin Anda perlu mendoakan hal ini beberapa kali.

KEDUA, mulailah mempelajari dan mengingat kembali mengenai kebiasaan masturbasi Anda. Pelajarilah polanya. Berapa kali hal itu terjadi? Di mana dan kapan Anda melakukannya? Bagaimanakah perasaan Anda secara fisik ataupun emosional pada saat melakukannya? Sebagai contoh, seseorang mendapati bahwa ia selalu melakukan masturbasi pada larut malam, di tempat tidurnya ketika ia merasa sangat lelah. Orang yang lain mendapati bahwa hal itu terjadi bila ia merasa kosong dan agak depresi.

KETIGA, pelajarilah penggunaan metode berikut untuk memutuskan atau menghentikan kebiasaan masturbasi. Metode ini terdiri atas lima hal yang harus Anda lakukan, yaitu:

Situasi yang Berbahaya

Keadaan atau situasi berbahaya yang bagaimanakah yang Anda alami ketika melakukan masturbasi? Misalnya, apakah Anda melakukannya setiap kali Anda berada di tempat tidur, atau pada pagi hari ketika Anda sedang mandi, bila Anda merasa bosan dan gelisah? Saat-saat ini merupakan saat berbahaya bagi Anda. Dengan mewaspadai saat atau keadaan berbahaya ini serta mengubahnya bila itu dapat Anda lakukan, maka seharusnya Anda mulai dapat mengurangi kebiasaan masturbasi Anda.

Tindakan atau Perbuatan

Perbuatan apakah yang Anda lakukan untuk merangsang diri, apakah dengan mata, tangan, atau tubuh Anda? Anda harus mengambil keputusan untuk memperhatikan hal ini serta menghentikannya.

Ayat Alkitab

Gunakanlah ayat-ayat tertentu dalam Alkitab yang telah Anda hafalkan untuk memperkuat keputusan Anda dan mintalah pertolongan Allah bila Anda tergoda untuk melakukan masturbasi. Carilah ayat-ayat berikut dan cobalah menghafalkannya:

Mazmur 37:5; 46:2;
Yesaya 26:3;
Matius 4:4; 7:10;
Roma 8:28;
Filipi 4:13,19.

Minat atau Niat

Ucapkanlah kata-kata berikut ini dengan tegas dalam diri Anda, "Saya tidak berminat melakukan masturbasi karena ..."

Saya tidak mau berbuat dosa.
Saya tidak menyukai citra diri saya ini.
Saya adalah manusia baru dalam Kristus.
Hal itu tidak berguna bagi harga diri saya.
Hal itu membuat saya merasa sebagai orang yang munafik atau curang.
Saya memiliki pengendalian diri untuk menghilangkan kebiasaan ini.

Pola Pikir

Dengan penuh kesadaran, ubahlah pola pikir Anda. Kebiasaan melakukan masturbasi selalu dirangsang oleh pikiran-pikiran yang bersifat erostis dan seksual. Bila pikiran-pikiran semacam itu timbul, sangat penting bagi Anda untuk "menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus," (2Korintus 10:5b). Cara yang efektif untuk melakukan hal ini ialah mengatakan dengan tegas, "Berhenti!" Kemudian mulailah mengalihkan diri Anda dengan kegiatan atau pikiran lain.

[Dalam bahasa Inggris, kelima hal tersebut dapat disingkat sebagai HABIT -->

H: Hazardous Situation (Situasi yang Berbahaya),
A: Action (Tindakan atau Perbuatan),
B: Bible Verses (Ayat-ayat Alkitab),
I: Intentions (Minat atau Niat),
T: Thought (Pola Pikir).

Dalam bahasa Inggris sendiri, kata "habit" berarti kebiasaan.]

Bila dengan penuh kesadaran Anda berusaha melaksanakan kelima hal tersebut, Anda akan mampu mengurangi kebiasaan masturbasi. Allah pasti akan menguatkan dan memberkati usaha-usaha Anda ini. Ingatlah, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1Samuel 16:7)

0 komentar:

Poskan Komentar